Kalkulator BMI
Hitung BMI (Body Mass Index / Indeks Massa Tubuh) dan lihat klasifikasi berat badan menurut standar WHO internasional serta standar Kemenkes untuk populasi Asia-Pasifik.
Hasil BMI
Perkiraan saja. BMI tidak memperhitungkan komposisi otot, lemak, atau tulang. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum keputusan penting tentang berat badan.
Apa itu BMI dan bagaimana menghitungnya
BMI (Body Mass Index) atau Indeks Massa Tubuh adalah nilai yang diperoleh dari berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m²). Rumusnya: BMI = berat (kg) ÷ (tinggi (m))². Contoh: seseorang dengan berat 60 kg dan tinggi 165 cm memiliki BMI = 60 ÷ (1,65 × 1,65) = 22,04. Nilai BMI dipakai untuk skrining kategori berat badan, meskipun tidak mengukur komposisi tubuh (lemak vs otot).
Standar WHO internasional vs Kemenkes Asia-Pasifik
Standar WHO: kurus (<18,5), normal (18,5-24,9), gemuk (25-29,9), obesitas (≥30). Kemenkes RI dan WHO untuk populasi Asia-Pasifik menggunakan batas lebih ketat karena orang Asia cenderung memiliki risiko penyakit metabolik pada BMI lebih rendah: normal (18,5-22,9), gemuk / at risk (23-24,9), obesitas I (25-29,9), obesitas II (≥30). Batas 23 (bukan 25) inilah yang sering dipakai dokter Indonesia.
Keterbatasan BMI
BMI adalah alat skrining awal, bukan diagnosis medis. Atlet dengan massa otot besar bisa masuk kategori "gemuk" secara BMI padahal lemak tubuhnya rendah. Sebaliknya, lansia dengan sarkopenia (kehilangan otot) bisa memiliki BMI normal namun lemak tubuh tinggi. Untuk evaluasi lengkap, gabungkan BMI dengan lingkar pinggang (<90 cm pria, <80 cm wanita untuk Asia), rasio pinggang-pinggul, dan analisis komposisi tubuh.